SNIPS 2018
Conference Management System
Main Site
Submission Guide
Register
Login
Participant List
Abstract List
Online Proceedings
Access Mode
Contact
:: Abstract List ::

Page 1 (data 1 to 30 of 130) | Displayed ini 30 data/page
1 2 3 4 5 NEXT >>

1 Energi ABS-2

Produksi Gas H2 Ramah Lingkungan Dari Konversi Biomasa Jerami Padi Mennggunakan Metode Biomass Electrolysis
Siti Aminah (1), Mega Maghfirotul Fajrin (1), Abdurrahman Hanif (1), Rudy Syah Putra (1,2*)

1) Prodi kimia dan 2) New and Renewable Energy Reaserch Group, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Jl.kaliurang km 14,5 Yogyakarta 55584
*rudy.syahputra[at]uii.ac.id


Abstract

Telah dilakukan penelitian produksi gas H2 menggunakan metode biomass electroyisis. Biomass electrolysis adalah proses penguraian biomassa dengan proses oksidasi sehingga menghasilkan filtrat yang dielektrolisis untuk memproduksi H2. proses ini berjalan dengan menggunakan oksidator FeCl3.6H2O (0,179 mol) dan 5 mL HCl (37%) sebagai katalisator yang direfluks pada suhu 95-97 °C. Pada penelitian ini digunakan 0,5 g ; 5,0 g dan 10 g biomasa dengan waktu refluks selama 2 jam dan filtrat yang diperoleh dianalisis dengan spektroskopi UV-vis untuk mengetahui sisa konsentrasi Fe2+. Filtrat kemudian dicampur dengan aquadest pada perbandingan rasio volume 1:5, 1:10, dan 1:15 sebelum dielektrolisis dengan tegangan DC sebesar 15 V menggunakan elektroda titanium pada anoda dan stainles steel pada katoda. Volume gas H2 yang terbentuk dihitung dengan menggunakan prinsip pemindahan massa gas dalam bejana mengikuti asas Bernouli. Perubahan arus yang terbentuk akibat pembentukan gas H2 selanjutnya digunakan untuk menghitung volume gas H2 yang diperoleh secara teoritik mengikuti hukum Faraday. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar rasio campuran tidak berpengaruh secara signifikan terhadap volume gas H2 yang dihasilkan, akan tetapi berpengaruh positif terhadap waktu yang dibutuhkan dalam pembentukan gas H2. Pengukuran langsung volume gas H2 melalui percobaan yang dibandingkan dengan perhitungan teoritik menggunakan persamaan Faraday yaitu sebesar 12%. Gas H2 yang dihasilkan dapat digunakan pada pembangkit listrik dengan proses fuel cell.

Keywords: Biomass electrolysis, fuel cell, gas H2, Jerami padi

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (siti aminah)


2 Energi ABS-3

PENGARUH VARIASI ELEKTRODA (C-C; C-SS; C-Ti; Ti-SS) PADA PROSES ELEKTROLISIS UNTUK SINTESIS BIODIESEL TANPA KATALIS
Ardika Lathif Marcharis, Akbar Haditya, Rachmania Aurel Yulianty, dan Rudy Syah Putra

Program Studi Kimia dan New and Renewable Energy Research Group
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia
Jln. Kaliurang KM. 14,5 Yogyakarta 55584


Abstract

Telah dilakukan eksperimen pengaruh konsentrasi NaCl, tegangan dan jenis elektroda dalam proses elektrolisis air terhadap nilai pH. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produksi ion H+ dan OH- dalam proses elektrolisis air sebagai katalis alami dalam sistem. Eksperimen dilakukan dengan elektrolisis aquades 100 mL yang ditambahkan elektrolit NaCl dengan variasi konsentrasi 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,6; dan 0,8 M pada variasi tegangan DC 5; 7,5; 10; 12,5; 15; dan 20 V. Elektroda yang digunakan berupa grafit, stainless steel dan Titanium beserta gabungannya. Pengukuran berupa pH, konduktivitas listrik dan arus setiap 5 menit selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukan, nilai pH meningkat secara signifikan sebesar 5,6 hingga >9 pada kondisi konsentrasi elektrolit yang tinggi dan atau tegangan yang tinggi menggunakan elektroda grafit. Konsentrasi NaCl rendah (4x10-4 M) menggunakan elektroda C(And)-SS(Ktd) dan C(And)-Ti(Ktd) pada tegangan 10V menghasilkan nilai pH yang tinggi yaitu 5,6-10 pada 5 menit pertama dan selanjutnya. Alkalinitias dan asiditas yang terbentuk membantu proses laju reaksi transesterifikasi dan esterifikasi metil ester. Maka dengan terproduksinya ion H+ dan OH- pada permukaan elektroda akan mempengaruhi tingkat asiditas alkalinitas sistem yang menunjang proses laju reaksi sehingga elektrosintesis biodiesel dapat dilakukan tanpa menggunakan katalis tambahan.

Keywords: Biodiesel, Elektrolisis, pH, Elektrolit, Elektroda

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Ardika Lathif Marcharis)


3 Energi ABS-4

Konversi Langsung Limbah Kayu Sengon dan Kayu Jati Menjadi Bioelectric Menggunakan Metode Oksidasi Biomassa
Atik Muryati(a), Zaina Rohayati(a), Afifah Elok Fitriati(a), Rudy Syah Putra(a,b*)

a)Prodi Kimia dan b)New and Renewable Energy Research Group
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km 14,5 Yogyakarta 55584
*Email: rudy.syahputra[at]uii.ac.id


Abstract

Abstrak
Biomassa merupakan sumber energi terbarukan untuk produksi energi listrik. Kandungan selulosa yang relatif tinggi dalam kayu sengon dan jati berpotensi sebagai bahan baku produksi energi listrik yang baik. Meskipun pendekatan termokimia (pirolisis dan gasifikasi) telah praktis digunakan untuk menghasilkan energi listrik, namun proses ini membutuhkan suhu tinggi (600-1.000 °C) dan katalis yang mahal. Sedangkan proses biologis yang dapat mengubah biomasa menjadi listrik dapat bekerja pada suhu rendah, namun energi yang dihasilkan rendah, kondisi reaksi yang spesifik dan membutuhkan waktu yang lama. Metode oksidasi biomasa dapat digunakan secara langsung untuk mengoksidasi biomassa menghasilkan arus listrik pada suhu rendah (<100 °C) dengan penambahan katalis asam. Pada penelitian ini serbuk gergaji kayu sengon dan jati dioksidasi dengan FeCl3.6H2O (0,1790 mol) melalui proses refluks pada suhu 95-98 °C selama 0, 2, 5 dan 10 jam serta penambahan HCl sebagai katalisator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu refluks tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap densitas daya yang dihasilkan. Nilai densitas daya biomassa sengon dan jati masing-masing sebesar 0,5935 mW/cm2 dan 0,5905 mW/cm2 dengan waktu optimum proses refluks selama 2 jam. Pengukuran konsentrasi sisa oksidator FeCl3 menunjukkan kecenderungan menurun seiring dengan bertambahnya waktu refluks. Persentase penguraian biomassa serbuk kayu sengon berbanding lurus dengan peningkatan waktu proses refluks, sedangkan hasil yang berbeda ditunjukkan pada penguraian biomassa serbuk kayu jati.

Keywords: Oksidasi Biomassa; FeCl3; Listrik; Jati; Sengon

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Atik Muryati)


4 Energi ABS-7

Sintesa Kalsium Gliseroksida dari Cangkang Telur dan Penggunaannya Sebagai Katalis pada Pembuatan Biodiesel
Sindy Oktava dan Horasdia Saragih

Universitas Advent Indonesia


Abstract

Kalsium gliseroksida telah disintesa dari cangkang telur dan telah digunakan sebagai katalis pada pembuatan biodiesel. Bahan dasar pembuatan biodiesel yang diguakan adalah minyak kelapa. Minyak kelapa ditransesterifikasi menggunakan metanol. Transesterifikasi minyak kelapa berbantuan katalis kalsium gliseroksida didasari oleh karena pengembangan biodiesel saat ini masih menggunakan katalis basa homogen seperti KOH. Katalis basa homogen memerlukan proses yang panjang dan biaya yang sangat besar. Selain itu katalis ini memiliki potensi untuk bereaksi kembali dengan biodiesel yang dihasilkan. Untuk menjawab permasalahan ini kalsium gliseroksida digunakan sebagai katalis pengganti. Kalsium gliseroksida disintesa dari CaCO3 dan gliserin. Pada penelitian ini parameter yang digunakan adalah perbandingan jumlah gliserin dalam pembuatan kalsium gliseroksida yang digunakan untuk proses transesterifikasi minyak kelapa. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa larutan gliserin sebanyak 20 ml dapat menghasilkan kalsium gliseroksida yang optimum sebagai katalis untuk proses transesteifikasi biodiesel. Konversi persentase biodiesel yang dihasilkan mencapai ± 90%.

Keywords: Kalsium gliseroksida, cangkang telur, biodiesel

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Sindy Oktava)


5 Energi ABS-12

VARIASI WAKTU TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN KATALIS KALSIUM GLISEROKSIDA
horasdia saragih dan rita winata sahata sidabutar

universitas advent indonesia


Abstract

Pada penelitian ini transesterifikasi minyak kelapa sawit menggunakan metanol berbantuan katalis heterogen kalsium gliseroksida, dilakukan. Pengaruh waktu lamanya proses transesterifikasi terhadap kuantitas biodiesel yang dihassilkan, diinvestigasi. Reaksi transesterifikasii menggunakan variasi waktu 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam. Katalis kalsium gliseroksida yang disintesa pada penelitian ini dikarakterisasikan menggunakan SEM dan XRD. Sedangkan reaksi tranesterifikasi dianalisa secara kualitatif menggunakan GC-MS. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa variasi waktu transesterifikasi 1 jam, 3 jam dan 4 jam menghasilkan biodiesel masing-masing 82,43%; 94,64%; 98.84 %. Oleh karna itu lama waktu transesterifikasi 4 jam menghasilkan jumlah biodiesel yang paling tinggi.

Keywords: Transesterifikasi, katalis gliseroksida,minyak kelapa sawit,

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Rita Winata Sahata Sidabutar)


6 Energi ABS-15

PRODUKSI LISTRIK DARI KONVERSI LANGSUNG BIOMASSA DENGAN GABUNGAN PASANGAN REAKSI REDOKS
Rudy Syah Putra(a,b*), Annisa Khafiya Saba(a), Resti Yunia Amri(a), Asrina Asfarina(a)

a) Jurusan Kimia dan b) New and Renewable Energy Research Group , Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia, Jl. Kaliurang km. 14, Yogyakarta, 55584 Indonesia
*rudy.syahputra[at]uii.ac.id


Abstract

Ketersediaan sumber daya untuk produksi energi listrik saat ini kian menipis. Oleh karena itu dibutuhkan sumber daya terbarukan yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Biomassa tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan residu pertanian yang berpotensi untuk produksi energi listrik. Penelitian ini mengkonversi TKKS menjadi energi listrik melalui metode konversi langsung menggunakan media pasangan reaksi redoks pada temperatur rendah (80-100 ºC) dan tekanan atmosfer. Biomassa dan oksidator FeCl3.6H2O direfluks dan kemudian filtrat yang dihasilkan dari filtrasi digunakan sebagai reduktor dalam kompartemen anoda pada pengukuran densitas arus listrik menggunakan multimeter yang menghubungkan larutan elektrolit KMnO4 sebagai oksidator dalam kompartemen katoda dengan jembatan garam (7,45 gram KCl dan 4 gram agar). Potensi densitas arus listrik yang dihasilkan dievaluasi dengan menggunakan perbedaan konsentrasi oksidator FeCl3.6H2O (0,1; 0,2; 0,3 dan 0,4 mol) dan jenis elektroda (grafit dan Pt/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas arus listrik yang diperoleh dari penggunaan elektroda Pt/C lebih tinggi dibandingkan dengan elektroda grafit. Pengukuran densitas arus menggunakan elektroda Pt/C dengan konsentrasi 0,2 dan 0,4 mol oksidator menghasilkan arus yang stabil selama 24 jam pengukuran dibandingkan dengan konsentrasi 0,1 dan 0,3 mol oksidator, sedangkan pada densitas arus yang stabil pada penggunaan elektroda grafit dihasilkan pada konsentrasi 0,1 dan 0,4 mol oksidator dibandingkan dengan konsentrasi 0,2 dan 0,3 mol oksidator. Densitas arus listrik mula-mula tertinggi yang dihasilkan pada penggunaan elektroda Pt/C yaitu pada konsentrasi 0,1 mol oksidator sebesar 7,97 mA sedangkan pada penggunaan elektroda grafit pada konsentrasi 0,1 mol oksidator yaitu sebesar 3,43 mA.

Keywords: produksi listrik, biomassa, tandan kosong kelapa sawit, reaksi redoks

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Resti Yunia Amri)


7 Energi ABS-21

Pengembangan Awal Alat Peraga Mesin Pendingin Termoakustik sebagai Sarana Edukasi
Kevin Yapri, Sofyan Fajar Hidayat, I Made Astina

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Untuk meningkatkan ketertarikan dan pemahaman pelajar mengenai teknologi, pembelajaran secara teoretik dari buku tidaklah cukup. Oleh karena itu, penggunaan alat peraga diperlukan untuk mendemonstrasikan fenomena ilmiah dalam kehidupan nyata, khususnya untuk fenomena ilmiah yang terbilang baru yang tidak banyak dikenal oleh masyarakat. Pengembangan dan penggunaan alat peraga ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan dan pemahaman secara signifikan terhadap dunia ilmu pengetahuan.

Saat ini teknik pendinginan terbaru yang dinamakan pendinginan termoakustik sedang dikembangkan. Mesin pendingin termoakustik adalah jenis mesin yang memanfaatkan fenomena akustik untuk menciptakan efek pendinginan yang timbul dari interaksi termodinamika antara partikel gas yang berosilasi dengan dinding padatan, sehingga gradien temperatur dihasilkan. Mesin pendingin termoakustik menggunakan gas-gas inert sebagai fluida kerja sehingga tidak menyebabkan pemanasan global dan penipisan lapisan ozon. Mesin pendingin termoakustik ini terdiri dari empat komponen dasar, yaitu penggerak akustik, tabung resonator, komponen penukar panas, dan stack.

Perbedaan mendasar mesin pendingin termoakustik dibandingkan dengan mesin pendingin konvensional adalah tidak menggunakan kompresor mekanikal ataupun termal dan tidak ada aliran refrigeran, tetapi gas refrigeran bergetar dan tidak mengalir serta kerja kompresor digantikan oleh penggerak akustik (loudspeaker). Kinerja mesin pendingin ini dapat dihitung dengan mengukur perbedaan temperatur gas refrigeran antara sisi dingin dengan sisi panas pada stack yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian dari pengembangan awal ini, mesin pendingin termoakustik gelombang tegak yang dibuat mampu menghasilkan beda temperatur sebesar 25,99oC, dengan kenaikan temperatur sisi panas sebesar 18,97oC dan penurunan temperatur sisi dingin sebesar 7,02oC. Hasil tersebut diperoleh dengan menggunakan tabung resonator sepanjang 100 cm, stack dengan panjang 10 cm, dan frekuensi suara 100 Hz.

Keywords: Alat peraga, mesin pendingin, gelombang tegak, termoakustik

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Kevin Yapri)


8 Energi ABS-29

EKO - BIO : Solusi Sintesis Biodiesel dengan Metode Elektrolisis Menggunakan Elektroda Grafit Untuk Mewujudkan Energi Ramah Lingkungan
Aulia Agustia Yuniar (a*), Meri Dwi Cahyati (b*), Imam Al Maksur (c*) dan Rudy Syah Putra, S.Si., M.Si., Ph.D (d*)

a) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta 55584, Indonesia
*14612104[at]students.uii.ac.id
b) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta 55584, Indonesia
*14612219[at]students.uii.ac.id
c) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta 55584, Indonesia
*16611064[at]students.uii.ac.id
d) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta 55584, Indonesia
*rudy.syahputra[at]uii.ac.id


Abstract

Energi merupakan salah satu kebutuhan primer yang tidak dapat dipisahkan dalam aspek kehidupan manusia. Namun, tingkat permintaan energi yang tinggi tersebut tidak sebanding dengan tingkat produksi energi. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan diversifikasi energi guna mendapatkan bahan bakar alternatif yang bersifat ramah lingkungan. Salah satu bahan bakar alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah biodiesel. Sintesis biodiesel telah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya, diantaranya Allioux et. Al (2017), akan tetapi metode yang digunakan masih menggunakan energi panas dalam proses sintesisnya sehingga dirasa kurang efisien. Kemudian, penelitian selanjutnya dilakukan oleh Guan dan Kusakabe (2009), Akan tetapi pada metode ini masih menggunakan bantuan katalis NaOH cair dan co-solvent sehingga hasil yang didapatkan tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan proses inovasi sintesis biodiesel dari minyak jarak pagar dan minyak jelantah dengan metode elektrolisis tanpa menggunakan energi panas, tambahan katalis dan co-solvent, sehingga proses sintesis biodisel hanya mengandalkan mekanisme reaksi elektrolisis air yang menghasilkan H+ dan OH- sebagai sumber katalis reaksi esterifikasi dan transesterifikasi. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa pembuatan biodiesel dari minyak jarak pagar dan minyak jelantah dengan variasi elekroda carbon-titanium dan carbon-stainless menyatakan bahwa hasil optimal pada sampel minyak jelantah di dapat pada variasi elektroda carbon- titanium menghasilkan arus sebesar 0,088 A sedangkan pada sampel minyak jarak pagar didapatkan hasil optimal pada penggunaan elektroda carbon-stainless steel menghasilkan arus sebesar 0,42 A.

Keywords: Biodiesel, Elektrolisis, Energi

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Aulia Agustia Yuniar)


9 Energi ABS-41

Perhitungan Head Losses Pada Pipa Penstoks Turbin Propeller
Henny Sudibyo dan Anjar Susatyo

Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik - LIPI
Komplek LIPI Gedung 20, Jalan Sangkuriang, Bandung, Indonesia,40135


Abstract

Penelitian tentang potensi pembangkit listrik tenaga air telah dilakukan di Jorong Buah Dama, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Propinsi Sumatera Barat. Pada penelitian tersebut telah dihasilkan pengukuran potensi debit air 1,1m3/kg dan ketinggian air yang didapatkan yaitu sebesar 110.65m. Dari data tersebut dilakukan perhitungan dan diperoleh daya sebesar 985kW. Untuk membawa air dari bak penenang ke turbin diperlukan pipa yang mampu menahan tekanan yang cukup tinggi, pipa ini disebut pipa pesat atau penstock. Dasar perancangan pipa pesat ini adalah sama dengan perencanaan tangki dan vessel (bejana tekan). Kehilangan energi di penstock yang disebut head loss disebabkan faktor-faktor, seperti kekasaran permukaan pipa, tikungan, kerugian gesekan pada penstock, adanya percabangan dan sebagainya. Dari perhitungan di peroleh nilai- nilai head loss pada pipa penstock sebesar 0.05 m (entrance losses), 1.626m (pipe friction loses), 0.057m (losses of bends), 0.039m (losses of branches), 0.0495m (losses of branch pipe to gate valve), 0.05838m (losses of bend on branch, 0.053m losses of valve, 0.046m (losses of reducer),0.016m (losses of drafttube, jika dijumlahkan total head loss sbesar 2,33m. Sehingga net head sebesar 108,32m.

Keywords: head losses, penstock, pembangkit listrik, turbin

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Henny Sudibyo)


10 Energi ABS-62

Studi Desain Reaktor Cepat Berpendingin Helium Berukuran Kecil Menggunakan Strategi Burnup CANDLE Modifikasi
Dora Andris (a*), Zaki Suud (a)

a) Institut Teknologi Bandung
Bandung, Indonesia
*doraandris18.93[at]gmail.com


Abstract

Dalam studi ini dilakukan kajian terhadap reaktor cepat berpendingin helium berukuran kecil menggunakan teras silinder seimbang dua dimensi R-Z. Studi ini difokuskan terhadap aspek neutronik reaktor untuk variasi fraksi bahan bakar 50%-70% dengan interval 2.5%. Aspek neutronik yang ditinjau dalam studi ini meliputi level burnup, faktor multiplikasi tak hingga dan faktor multiplikasi efektif. Studi ini menggunakan strategi burnup CANDLE (Constant Axial shape of Neutron flux, nuclide densities and power shape During Life of Energy producing reactor) yang dimodifikasi dalam arah radial. Penggunaan strategi ini dimaksudkan agar reaktor dapat beroperasi menggunakan bahan bakar uranium alam. Dalam strategi ini, teras reaktor dibagi menjadi beberapa region dengan volume yang sama dalam arah radial. Perhitungan neutronik dilakukan menggunakan simulasi komputasi sistem kode SRAC (Standard thermal Reactor Analysis Code system) versi 2002 dengan data pustaka JENDL-4.0 dan program FI-ITB CH1. Hasil perhitungan neutronik menunjukkan bahwa fraksi bahan bakar mempengaruhi kinerja neutronik reaktor. Fraksi bahan bakar yang lebih tinggi memberikan level burnup yang lebih rendah dan fraksi bahan bakar yang lebih rendah menghasilkan level burnup yang lebih tinggi. Fraksi bahan bakar 60% memberikan nilai kekritisan dan kestabilan reaktor yang lebih baik.

Keywords: neutronik; CANDLE modifikasi; fraksi bahan bakar

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Dora Andris)


11 Energi ABS-97

Aspek Fisika Tentang Model Penurunan Produksi Studi Kasus Lapangan Gas Subang
Dhaniel Boi Tamado

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Gejala penurunan produksi merupakan hal yang umum terjadi pada suatu lapangan gas oleh karena penipisan cadangan dan berkurangnya tekanan reservoir, penurunan produksi juga disebabkan oleh faktor ekonomis (biaya produksi dan permintaan) sehingga ketika semua faktor tersebut tercapai maka perlu dilakukan penutupan atau pembiaran sumur. Analisis penurunan produksi merupakan metoda pemodelan yang bertujuan untuk memprediksi besar cadangan reservoir dan umur produksi yang tersisa berdasarkan data produksi historis dan data perubahan tekanan dasar sumur (bottom hole pressure) sehingga dapat memprediksi performa produksi di masa depan.

Keywords: Analisa penurunan produksi, pemodelan produksi, besar cadangan, umur produks

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Dhaniel Boi Tamado)


12 Energi ABS-107

Analisis Neutronik pada Reaktor Air Bertekanan 200 MWt Berbahan Bakar Thorium Nitrida (Th-U233)N dan Thorium-Plutonium Nitrida (Th-Pu-U233)N
Nurlina Azis (a*), Zaki Suud (a)

a) Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*nurlinaphysics[at]gmail.com


Abstract

Analisis neutronik pada reaktor air bertekanan 200 MWt berbahan bakar thorium nitrida (Th-U233)N dan thorium-plutonium nitrida (Th-Pu-U233) telah berhasil dilakukan. Reaktor air bertekanan/Pressurized Water Reactor (PWR) merupakan reaktor yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan karakteristik neutronik dua jenis bahan bakar yaitu thorium nitrida dan campuran thorium-plutonium nitrida. Perhitungan neutronik dilakukan dengan menggunakan kode SRAC yang dikembangkan oleh JAERI dengan memanfaatkan data nuklida JENDL-4.0. Perhitungan sel bahan bakar menggunakan PIJ, kemudian hasil perhitungan sel tersebut digunakan pada perhitungan teras difusi multigrup dengan menggunakan kode CITATION. Hasil perhitungan neutronik menunjukkan bahwa bahan bakar campuran thorium-plutonium nitrida memiliki nilai faktor multiplikasi yang lebih besar dari pada bahan bakar thorium nitrida. Hal ini disebabkan karena adanya penambahan nuklida fisil Pu-239 dan Pu-241. Untuk analisis teras reaktor diperoleh bahwa konfigurasi bahan bakar dengan pengayaan yang lebih tinggi pada region terluar membuat distribusi daya yang dihasilkan menjadi lebih datar dibandingkan dengan konfigurasi teras homogen.

Keywords: PWR; Thorium Nitrida; Plutonium; Distribusi Daya

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Nurlina Azis)


13 Energi ABS-129

Studi Efektifitas Pembakaran Material Fisil Pada High Temperature Gas Reactor (HTGR) tipe Prismatik berdaya 50 MWt
Ayu Lia Pratama dan Dwi irwanto

Prodi Fisika, FMIPA, Institut Teknologi Bandung


Abstract

High Temperature Gas Reactor (HTGR) merupakan salah satu tipe reaktor Generasi IV berpendingin gas Helium yang memiliki luaran temperatur yang tinggi. Temperatur yang tinggi ini selain dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, dapat pula digunakan untuk memproduksi hidrogren, memurnikan air laut, memperkaya batu bara, dan berbagai proses indrustri lainnya. Pada penelitian ini, efek nilai enrichment dan jumlah Coated Fuel Particle (CFP) terhadap efektifitas pembakaran material fisil untuk tiga buah bahan bakar nuklir yang berbeda, UO2, (U-Th)O2 dan (U-Pu)O2, diteliti dan dianalisa. Perhitungan dan analisa dilakukan untuk nilai enrichment antara 1-20% dan jumlah CFP antara 4500 hingga 26850 buah per pellet bahan bakar. Analisa dilakukan pada disain HTGR 50MWt untuk ketiga bahan bakar nuklir tersebut dan menghasilkan nilai enrichment optimal sebesar 10% dengan jumlah CFP sebanyak 11500. Dari analisa yang dilakukan pada level assembly, didapatkan nilai kefektifitasan pembakaran material fisil yang paling tinggi untuk HTGR 50MWt adalah bahan bakar (U-Pu)O2 sebesar lebih dari 92%. Analisa pun dilakukan pada parameter neutronik seperti k-inf, conversion ratio juga perubahan densitas material fisil dan fertil selama dua tahun masa operasi reaktor.

Keywords: HTGR, neutronik, bahan bakar, material fisil

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Ayu Lia Pratama)


14 Inovasi ABS-23

Sensor Kekenyangan Ikan Budidaya Berbasis Accelerometer
Fajar M. Darozat, D. Gilang, M. Iqbal

PT Multidaya Teknologi Nusantara (eFishery)


Abstract

Dalam budidaya perikanan, biaya yang dihabiskan pembudidaya untuk penyediaan pakan ikan mencapai 70% dari total pengeluaran. Karena itu pemborosan pakan akibat overfeeding perlu dicegah sebisa mungkin. Diperlukan sistem yang dapat mengontrol pemberian pakan secara efektif. Sistem kontrol yang tersedia di pasaran saat ini relatif mahal dan tidak terjangkau oleh pembudidaya kelas menengah dan kecil. Pada penelitian ini, kami merancang sensor kekenyangan ikan berbasis akselerometer yang dapat dimanfaatkan sebagai sistem kontrol pemberian pakan ikan yang murah namun efektif. Sensor ini menggabungkan akeseloremer ADXL345, mikrokontroler ESP8266, sensor temperatur DS18B20, dan microSD sebagai media penyimpanan data yang direkam akselerometer dan sensor temperatur. Sistem diletakkan di dalam wadah berbentuk bola dengan diameter luar 74 mm. Sensor akan diapungkan di kolam, lalu akselerometer akan merekam percepatan sistem akibat riak air yang dihasilkan oleh aktivitas ikan saat makan dengan frekuensi 26 sampling/s. Setiap 4 detik, sensor akan mengekstrak tujuh fitur statistik yang akan dijadikan sebagai landasan pengambilan keputusan mengenai tingkat kekenyangan ikan. Sensor sukses bekerja ketika diuji pada kolam budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). Hasil ini akan menjadi landasan penelitian selanjutnya berupa pengintegrasian sensor dengan mesin pemberi pakan otomatis.

Keywords: Accelerometer; Akselerometer; Akuakultur; Aquaculture; Oreochromis niloticus; Smart feeding; Tilapia

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Fajar Mukharom Darozat)


15 Inovasi ABS-52

Pengaruh Ekstrak Kulit Mangga (Magnifera indica) sebagai Inhibitor Korosi yang Ramah Lingkungan pada Logam
Ahnaf (a)*, Hafildatur Rosyidah (b), Dwi Jayanti Putri (b)

Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111, Indonesia


Abstract

Ekstrak bahan alam dapat digunakan sebagai inhibitor organik untuk mencegah korosi. Kulit buah mangga merupakan salah satu bahan organik yang bisa dijadikan inhibitor untuk mengurangi laju korosi pada logam. Hasil studi literatur menunjukkan adanya kandungan kimia pada kulit buah mangga yaitu flavonoid, tanin, saponin. Senyawa-senyawa tersebut dapat digunakan sebagai antioksidan dalam pencegahan korosi. Peran flavonoid sebagai donor hidrogen yakni dengan jalan menyumbangkan gugus pereduksi dari gugus hidroksil yang melekat pada cincin aromatis miliknya, sehingga dapat mendelokalisasi senyawa-senyawa radikal . Adanya efek antioksidan dari flavonoid juga dapat menjadikan antioksidan sebagai agen antiinflamasi melalui inhibisi non-kompetitif bekerja dengan menangkap radikal bebas oksigen dan menghambat segala tipe oksigenasi (siklooksigenase dan lipoksigenase). Maka pada penelitian ini ekstrak kulit buah mangga dijadikan inhibitor organik untuk mengurangi laju korosi pada tin plate kaleng makanan yang memiliki kemungkinan mengalami korosi. Spesimen yang digunakan berbentuk persegi panjang ukuran 4x1 cm dan di coating menggunakan lem epoxy pada tin plate (daerah korosi 1x1 cm) kemudian dilakukan pengukuran metode weight loss (hilangnya berat) dan potensiodinamik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanpa inhibitor dan penambahan variasi konsentrasi inhibitor (10 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 100 ppm) dalam media korosi NaCl 3,5 %. Kulit buah mangga ini diharapkan menjadi inhibitor korosi yang aman, ramah lingkungan, dan biaya yang terjangkau.

Keywords: Kulit Buah Mangga, Korosi, Inhibitor Organik, tin plate

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Ahnaf -)


16 Inovasi ABS-96

Nano Spray Inhaler dari Limbah Kulit Kakao Sebagai Agen Pembunuh Bakteri Klebsiella pneumonia Penyebab Bronkitis Kronik Teruji in Vivo pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar
Ratih Lestari (a*), Aditya Sewanggara A.W (b), Kartika Putri (b), Yandi Syukri (a,b*)

a) Department of chemistry, Faculty of mathematics and natural sciences, Islamic University of Indonesia
*15612115[at]students.uii.ac.id
b) Department of pharmacy, Faculty of mathematics and natural sciences, Islamic University of Indonesia
*006130103[at]uii.ac.id


Abstract

Dewasa ini ketergantungan manusia akibat rokok semakin meningkat. Menurut data WHO, jumlah perokok di dunia mencapai 1,2 miliar dan Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar setelah Cina dan India (Afiati, 2016). Asap rokok selain dapat membahayakan kesehatan perokok sendiri, juga dapat membahayakan lingkungannya, yaitu orang-orang yang berada disekitarnya. Berdasarkan hasil penelitian, asap rokok mengandung senyawa racun organoklorin yang dapat memicu pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae. Klebsiella pneumoniae merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan bronkitis kronik (Ikawati, 2011). Saat ini pengobatan untuk penyakit bronkrits kronik telah dilkukan dengan antibiotik dan obat oral akan tetapi memiliki kekurangan yaitu alergi, iodosinkranasi dan tidak efektif karena menyebabkan resistensi bakteri. Alternatif yang efektif dan efisien untuk pengobatan penyakit bronkitis adalah dengan memanfaatkan senyawa yang terkandung dalam bahan alam. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai obat bronkitis adalah kulit kakao. Kulit kakao merupakan limbah utama dari pengolahan biji kakao yaitu mencapai 70% dari keseluruhan buah. Penelitian sebelumnya, diketahui bahwa telah dilakukan isolasi terhadap senyawa flavonoid dari kulit buah kakao (Listyannisa, 2012). Flavonoid merupakan salah satu senyawa yang diduga mampu menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae penyebab penyakit bronkitis (Kandou dkk., 2016). Pada penelitian ini kami memanfaatkan limbah kulit kakao yang menjadi permasalahan lingkungan di Indonesia sebagai solusi pengobatan penyakit bronkitis kronik dengan menggunakan metode nanospray yang berbasis lipid based formulation. Pemilihan metode nanospray bertujuan untuk memperkecil ukuran zat aktif suatu sediaan obat sehingga lebih mudah diabsorpsi kedalam sistemik atau sel target. Diharapkan dengan pembuatan sediaan nanospray dari limbah kulit kakao sebagai solusi pengobatan penyakit bronkitis ini merupakan langkah inovatif yang memberikan tiga keuntungan sekaligus yaitu (i) nilainya yang ekonomis (ii) sebagai solusi alternatif pengobatan penyakit bronkitis kronik yang tepat sasaran dan (iii) mampu mengatasi permasalahan lingkungan akibat limbah kulit kakao.

Keywords: Nano Spray Inhaler, Limbah Kulit Kakao, Klebsiella pneumonia , Bronkitis Kronik

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (RATIH LESTARI)


17 Inovasi ABS-108

Rancang Bangun Tombol Panik untuk Memberi Informasi Daerah Bencana Kebakaran Kepada Dinas Pemadam Kebakaran
Mohamad Amin (a*), Syahruddin (b), Noldy Juri (c)

a)Teknik Mesin, Politeknik Negeri Balikpapan
Jalan Soekarno Hatta KM 8, Balikpapan, Indonesia
*mohamad.amin[at]poltekba.ac.id
b)Teknik Mesin, Politeknik Negeri Balikpapan
Jalan Soekarno Hatta KM 8, Balikpapan, Indonesia
c)Teknik Elektro, Politeknik Negeri Balikpapan
Jalan Soekarno Hatta KM 8, Balikpapan, Indonesia


Abstract

Rancang bangun tombol panik ini berfungsi untuk membuat Desain dan sebuah alat yang memberikan informasi kepada Petugas Pemadam Kebakaran, Pimpinan Kepala Pemadam Kebakaran, Kepolisian, Lurah, Camat dan walikota bahwa ada bencana kebakaran di daerah yang tombol panik ditekan. Tombol panik terdiri dari 2 bagian utama yaitu bagian sistem pengirim sinyal/tanda dan sistem penerima sinyal. Pada sistem pemberi sinyal terdiri dari beberapa komponen utama yaitu push button, baterai, charger, arduino uno, mic, speaker dan Modul GSM. Sistem penerima sinyal/tanda untuk penerima dari pemadam kebakaran dan kepolisisan terdiri dari modul gsm, arduino, baterai, sirine, mic, speaker dan display sehingga dengan begitu petugas pemadam kebakaran dapat langsung mengetahui ada peristiwa kebakaran dan kepolisian dapat segera mengamankan jalur yang akan dilalui oleh petugas pemadam kebakaran dan untuk sistem penerima signal untuk Lurah, Camat, kepala dinas pemadam kebakaran dan Walikota langsung berupa SMS ke HP mereka masing-masing. Pada tombol panik ini juga tersedia mic dan speaker untuk komunikasi antara yang menekan tombol panik dengan petugas jaga pemadam kebakaran untuk menjelaskan posisi lebih lengkap dan kondisi ditempat bencana kebakaran. Dengan adanya tombol panik disetiap RT diharapkan dapat meminimalisir kerugian dari peristiwa kebakaran karena informasinya dapat secepat mungkin diterima oleh pihak yang berwajib.

Keywords: Tombol Panik, Tombol Info Kebakaran, Tombol Dinas Pemadam, Tombol

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (mohamad amin)


18 Inovasi ABS-113

Rancang Bangun Alat Pirolisis Sederhana untuk Mengolah Limbah Plastik Polipropilena menjadi Bahan Bakar Cair
Nurhayati (a*), Sparisoma Viridi (b), Anjar Purba Asmara (c), dan Zuhra Aina (d)

a) Teknik Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia, 23111
*firstnur1708[at]gmailcom
b) Fisika Nuklir dan Biofisika, Institut Teknologi Bandung, ITB, Bandung, Indonesia, 40132
c) Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia, 23111
d) Pendidikan Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia, 23111


Abstract

Telah dilakukan rancang bangun alat pirolisis sederhana. Jenis yang dibuat adalah alat pirolisis manual. Alat tersebut dibuat dari bahan kaleng bekas kue kering kapasitas 900 gram sebagai tabung reaktor yang disambungkan dengan pipa besi bekas sepanjang 1 m yang dibuat menyerupai huruf L. Dengan menggunakan kompor minyak tanah sebagai sumber kalor, reaktor yang telah dirancang mampu menampung sebesar 1000 gram sampah plastik polipropilena yang menghasilkan bahan bakar cair sebesar 645 mL. Alat tersebut mempunyai keuntungan tidak menggunakan daya listrik dan sangat mudah mengoperasikannya.


Keywords: Pirolisis; Reaktor; dan Bahan Bakar Cair

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Nurhayati Hayati)


19 Inovasi ABS-122

Simple Automatic Weather Measuring Device
M. Najib Alyasyfi (a*) , Mochamad Irfan(b), Premana W. Premadi(b)

a)Physics Education Departement
Faculty of Mathematic and Natural Science
Indonesia University of Education
Jl. Dr. Setiabudhi no. 229 Bandung, 40154
*)mnajiba[at]student.upi.edu

b)Bosscha Observatory
Faculty of Mathematic and Natural Science
Bandung Institute of Technology
Jl. Peneropongan Bintang No.45, Lembang


Abstract

An automatic device that can measure and record six weather parameters has been built at Bosscha Observatory. Those six parameters: wind direction and velocity, air temperature and humidity, precipitation, and rain gauge and time-keeper, are measured and recorded periodically to a Micro SD card. The device is powered by a battery which is recharged using a mini solar PV panel. In addition to requiring precision and accuracy as normally prioritized in measurement device, our design particularly considers the economic aspect and the transparency of the inner working of the device. For the educational and empowerment perspective, it is important that all the applied scientific principles are comprehensible. Our objective is that this automatic weather measuring device, which is much needed in various open air work areas, can be easily learned and built by young technicians all over Indonesia using simple and easily available materials. We had calibrated our device to a standard commercial one and tested it in a number of places in Lembang. We plan to test this device in other areas to know the device reliability and construction strength against various weather conditions.

Keywords: Weather Measurement, easily to made, reability, educational

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Muhammad Najib Alyasyfi)


20 Instrumentasi ABS-30

Perancangan Monitoring Gas CO2 pada Sistem Deteksi Dini Gunung Api berbasis IoT
Lisa Destarina (1a), Husein (1b), Nina Siti Aminah (1c), Mitra Djamal (1d)

1) Laboratorium Fisika Instrumentasi,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a) lisa.desta07[at]gmail.com (corresponding author)
b) Huseinhsn95[at]yahoo.co.id
c) nina[at]fi.itb.ac.id
d) mitra[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Pemantauan aktivitas gunung api sangat diperlukan baik untuk penelitian kegunungapian maupun persiapan tanggap bencana. Untuk itu, perlu adanya sistem monitoring gunung api yang handal guna memperoleh data aktivitas gunung api yang real time sehingga dapat diaktifkan respon otomatis terhadap bencana ini. Salah satu parameter aktivitas gunung api adalah emisi gas CO2 sebab konsentrasi gas CO2 menunjukkan kedalaman magma. Pada penelitian ini, sistem monitoring dirancang menggunakan modul DT Sense MG811 sebagai sensor untuk mengukur konsentrasi gas CO2. Sensor ini dihubungkan ke papan mikrokontroler Arduino lalu data yang diperoleh dikirim secara real time menggunakan modul wifi ESP dan ditampilkan pada laman web service. Sistem ini akan dirakit pada Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau dikenal dengan istilah drone sehingga data dapat diambil tanpa kontak secara langsung.

Keywords: Monitoring CO2, Gunung Api, Modul Sensor MG811, Arduino, Modul Wifi

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Lisa Destarina)


21 Instrumentasi ABS-37

Monitoring Suhu Tungku Pemanas alat uji korosi pada logam cair dari Sensor Termokopel Berbasis Modul Ethernet (IOT)
Muhammad Ilham (1), Afrida Hafizhatul Ulum (2), Mohammad Dharul Asmawan (3), Adhi Kusuma (4), Hendro (5), Asril Pramutadi (6)

1,6Laboratorium Fisika Nuklir,
Kelompok Keilmuan Fisika Nuklir dan Biofisika,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no.10 Bandung, Indonesia, 40132

2,4,5Laboratorium Instrumentasi,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no.10 Bandung, Indonesia, 40132

3Laboratorium Fisika Sistem Kompleks,
Kelompok Keilmuan Fisika Bumi dan Sistem Kompleks,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no.10 Bandung, Indonesia, 40132


Abstract

Penelitian terkait IoT (Internet of Things) khususnya aplikasinya dalam berbagai bidang telah banyak diminati oleh para peneliti. Tentu saja, hal ini tidak lepas dari peran IoT yang memberikan tawaran efisiensi, efektivitas serta kemudahan terhadap suatu pekerjaan. Pada penelitian ini kami telah memakai metode IoT dalam monitoring nilai temperatur tungku pemanas alat uji korosi pada logam cair yang dapat beroperasi dalam waktu yang lama. Selama alat ini bekerja, dibutuhkan data suhu setiap satu hingga 2 jam sekali (monitoring), sehingga monitoring secara manual akan tidak efisien. Namun, permasalahan tersebut dapat dimudahkan dengan bantuan IoT. Pada penelitian ini, digunakan beberapa komponen yaitu alat pemanas alat uji korosi pada logam cair dengan sensor suhu termokopel, Modul MAX6675 sebagai konverter, Wemos ESP8266 sebagai modul wifi dan mini-controller, high current relay module sebagai saklar otomatis, dan thinger.io sebagai server dimana data temperatur disimpan dan dipantau. Telah berhasil dilakukan monitoring temperatur pemanas berbentuk grafik terhadap waktu yang dapat diobservasi melalui internet.

Keywords: Internet of Things, monitoring,, alat uji korosi pada logam cair

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Muhammad Ilham)


22 Instrumentasi ABS-44

Sistem Monitoring Gas SO2 Berbasis Internet of Things di Gunung Guntur
Afrida Hafizhatul Ulum1,a), Husein1,b), Nina Siti Aminah1,c), Mitra Djamal1,d)

1Laboratorium Fisika Instrumentasi
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

a)afridahafizhatul93[at]gmail.com
b)Huseinhsn95[at]yahoo.co.id
c)nina[at]fi.itb.ac.id
d)mitra[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Teknologi berbasis internet semakin populer dari hari ke hari dengan menawarkan sebuah fitur yang memudahkan pengguna dalam melakukan pengukuran dan pengendalian jarak jauh. Salah satu manfaat penggunaan fitur ini mampu mengukur kondisi gunung berapi tanpa melakukan pengukuran secara langsung. Pada penelitian kali ini, kami melakukan pengukuran gas sulfur dioksida (SO2) di gunung Guntur dengan menggunakan sensor TGS 2602. Sensor ini memiliki sensitivitas yang baik terhadap perubahan gas SO2. Data yang terukur pada sensor akan diolah mikrokokontroller dengan mengubah data tegangan menjadi data kadar gas (ppm) dan dikirimkan ke sebuah website dengan memanfaatkan fitur internet dari modul wifi ESP 8686. Data kadar gas SO2 tersebut bisa diakses pengguna secara kontinyu dan akan memberikan peringatan ketika kadar gas diambang batas normal yang digunakan yaitu 5 ppm.

Keywords: gas SO2, sensor TGS 2602, mikrokontroller, ESP 8686

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Afrida Hafizhatul Ulum)


23 Instrumentasi ABS-53

ANALISIS PENGARUH LUAS PERMUKAAN TAHU TERHADAP KECEPATAN PELEPASAN FORMALIN MENGGUNAKAN SENSOR HCHO BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328
Nikodemus Umbu Janga Hauwali, Moh. Hamdan, Putri Mustika Widartiningsih, Asnin Nur Salamah

Institut Teknologi Bandung


Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengukur kecepatan pelepasan formalin dari tahu yang mengandung formalin. Kecepatan pelepasan formalin diukur menggunakan sensor HCHO berbasis AT MEGA328.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahu dengan beberapa ukuran (4 sampel).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh luas permukaan tahu yang mengandung formalin terhadap kecepatan pelepasan formalin ketika suhu sampel tahu dinaikkan.
Dengan mengetahui kecepatan pelepasan kandungan formalin dari sampel tahu, maka dapat diketahui mekanisme untuk mereduksi kandungan formalin dari tahu atau makanan lain berdasarkan luas permukaannya.

Keywords: Tahu, Formalin, Sensor HCHO

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Nikodemus Umbu Janga Hauwali)


24 Instrumentasi ABS-71

Analisis Pengaruh Larutan Garam Terhadap Laju Pelepasan Formalin Dalam Tahu
Asnin Nur Salamah (a*), Putri Mustika Widartiningsih (a), Nikodemus Umbu Janga Hauwali (a), Moh Hamdan (a), Saudiah Mawaddah (a)

a) Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*asnin.nursalamah[at]gmail.com


Abstract

Formalin sebagai zat berbahaya kerap disalahgunakan untuk pengawet makanan. Agar terhindar dari bahaya, diperlukan metode yang optimal untuk menghilangkan kandungan formalin dalam makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman larutan garam terhadap laju pelepasan formalin dari sampel tahu yang mengandung formalin. Penelitian dilakukan melalui perendaman tahu berformalin dalam larutan garam dengan konsentrasi yang berbeda selama 90 menit. Untuk mengetahui laju pelepasan formalin dilakukan pemanasan tahu dimana pengukuran menggunakan sensor HCHO untuk mendeteksi penurunan kadar atau konsentrasi formalin, serta sensor LM35 untuk mengamati perubahan suhu. Dari pengukuran diperoleh hubungan eksponensial dari perubahan suhu terhadap perubahan konsentrasi formalin, serta pengaruh konsentrasi larutan garam terhadap laju pelepasan formalin. Dari hasil penelitian akan diketahui konsentrasi larutan garam yang paling tepat untuk menghilangkan formalin berdasarkan laju pelepasan formalin yang paling besar. Untuk menentukan bahwa perendaman pada larutan garam dengan konsentrasi tertentu adalah metode yang optimal untuk menghilangkan formalin dalam tahu, maka digunakan larutan gula dan air sebagai pembanding.

Keywords: Formalin, Tahu, Larutan garam, Konsentrasi, Laju pelepasan

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Putri Mustika Widartiningsih)


25 Instrumentasi ABS-73

Perancangan dan Pengukuran konstanta waktu sistem yang dapat disimpan dan ditampilkan secara grafis
Djoko Untoro Suwarno

Program Studi Teknik Elektro
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta


Abstract

Kemajuan di bidang komponen elektronika menghasilkan berbagai modul sensor dan modul mikrokontroler yang siap dipakai. Melalui board Arduino dapat dengan mudah dilakukan interfacing dengan banyak modul sensor. Hal ini dapat sebagai pendorong untuk pemanfaatan teknologi dalam pendidikan sains. Pengukuran konstanta waktu suatu sistem memerlukan peralatan yang dapat mengukur dengan waktu sampling yang cepat. Dahulu diperlukan peralatan yang besar seperti osciloskop atau DAQ menggunakan komputer. Pengukuran parameter yang berubah terhadap waktu dapat dilakukan dengan mudah menggunakan bantuan mikrokontroler. Pada penelitian ini telah dirancang dan diuji coba modul untuk pengukuran konstanta waktu sistem RC yang dapat terhubung dengan komputer sebagai media penyimpan dan penampil secara grafis. Peralatan yang dibangun sendiri dapat menangkap sinyal masukan berupa tegangan analog untuk 15 kanal. Resolusi untuk setiap kanal sebesar 12 bit. Peralatan yang dibuat sendiri membutuhkan biaya yang relatif murah dengan kemampuan yang tidak kalah dengan pabrikan.

Keywords: Pengukuran konstanta waktu RC, mikrokontroler, peralatan buatan sendiri, ADC

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Djoko Untoro Suwarno)


26 Instrumentasi ABS-78

Analisis Distribusi Perambatan Air pada Tanah Lempung Menggunakan Sensor YL69
Moh. Hamdan (a*), Eka Sylvianti Rahayu (a), Delpina Nggolaon (a), Dr. Hendro MS. (a)

Departemen Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB)
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*mohammadhamdan2128[at]gmail.com


Abstract

Kelembaban tanah merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan dalam bidang pertanian. Oleh karena itu, pembuatan sistem otomatisasi untuk pengontrolan kelembaban tanah tersebut telah banyak dikembangkan. Namun dalam pembuatan sistem otomatisasi tersebut, konfigurasi penempatan sensor yang optimal untuk membangun sistem yang dapat menjaga kelembaban tanah secara merata menjadi permasalahan yang seringkali muncul. Maka analisis pola perambatan air dalam tanah dari sumbernya perlu dilakukan. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisa pola perambatan air dalam tanah dengan mengukur kelembaban tanah tersebut menggunakan sensor YL69 dan mikrokontroler ATMega 328. Empat buah sensor YL69 ditempatkan pada interval jarak tertentu dari sumber air dan pengukuran dilakukan untuk berbagai kedalaman sensor serta volume air yang berbeda-beda. Hasil penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pola perambatan air dalam tanah, mengetahui jarak penempatan sensor yang maksimum dari sumber air dengan volume tertentu, dan mengetahui kedalaman yang optimal untuk penancapan sensor tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar optimasi sistem otomatisasi kontrol kelembaban tanah baik terkait penempatan sensor maupun penempatan sumber air yang digunakan.

Keywords: Distribusi perambatan air, Sensor YL69, mikrokontroler ATMega 328

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Mohammad Hamdan)


27 Instrumentasi ABS-80

Pengujian Karakteristik Statik Tegangan dan Suhu Standar Termokopel Tipe-S Menggunakan Konsep Kalibrasi Melalui Metode Interpolasi
Dicky Zulfikridin (a*), Hendro (b)

a) Pusat Pengembangan Sumber Daya Kemetrologian
b) Dept. Fisika Institut Teknologi Bandung


Abstract

Perkembangan dan penggunaan alat ukur suhu menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Agar menghasilkan pengukuran yang benar dan tertelusur maka perlu dilakukan studi mengenai kalibrasi dan pengujian terhadap kebenaran hasil pembacaan alat ukur suhu tersebut. Alat-alat ukur suhu umumnya sudah banyak diketahui dan digunakan, namun tidak banyak yang mengetahui cara kalibrasi alat ukur suhu tersebut. Studi pengujian diperlukan sebagai salah satu usaha awal untuk melindungi kepentingan konsumen dalam hal kebenaran ukuran. Studi ini didasarkan pada pengujian alat ukur suhu yaitu Termokopel tipe – S dengan menganalisis karakteristik statik hubungan antara tegangan dan suhu pada titik pengujian antara titik 10 sampai dengan 100 °C dengan kenaikan setiap 10 °C. Pengujian karakteristik standar suhu termokopel tipe-S dilakukan dengan menggunakan konsep kalibrasi termokopel melalui metode Interpolasi. Pengujian dilakukan dengan mengukur nilai GGL tegangan yang timbul pada saat sambungan terukur dari Termokopel tipe-S dimasukkan ke dalam wadah mikro dengan suhu yang telah diketahui. Perhitungan nilai tegangan pada termokopel tipe-S dilakukan dengan menambahkan nilai tegangan yang terukur pada sambungan terukur dan sambungan referensi yang merupakan hasil konversi suhu ke tegangan menggunakan interpolasi referensi tabel tegangan. Analisa model matematis menggunakan persamaan orde ketiga yang menghubungkan nilai antara suhu dan tegangan untuk mengetahui nilai sebenarnya dari termokopel tipe-S sehingga dapat diketahui kelas akurasi dari termokopel tersebut dan mengetahui sejauh mana model matematis dapat digunakan untuk menggambarkan karakteristik termokopel tersebut. Hasil pengujian kerakteristik suhu termokopel Tipe S menunjukkan bahwa hubungan antara suhu dan tegangan pada termokopel Tipe S adalah tidak linear, melainkan berupa fungsi polinomial. Dari model matematis yang diperoleh, jika dibandingkan dengan kelas akurasi termokopel berdasarkan EN 60 584 untuk rentang suhu dari 10 °C sampai dengan 100 °C maka termokopel Tipe S yang diuji masih masuk dalam kelas 1 dan untuk kelas akurasi termokopel berdasarkan ANSI MC96.1 1982 masuk dalam kelas standar.

Keywords: Termokopel tipe-S, Kalibrasi, Metode Interpolasi

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Dicky Zulfikridin)


28 Instrumentasi ABS-98

Pengukuran Konsentrasi Oksigen pada Pb-Bi Cair Menggunakan Sensor Berbasis Zirkonia
Pribadi Mumpuni Adhi (a*). Dianta Mustofa Kamal (a). Muslimin (a). Andrei Vilcu (b). Masatoshi Kondo (c). Minoru Takahashi (c)

a) Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta
Jl. Prof. G. A. Siwabessy, Kampus UI, Depok 16425, INDONESIA
*pribadi.adhi[at]mesin.pnj.ac.id
b) Politechnica University of Bucharest
Str. Splaiul Independenței nr 313, District 6, Bucharest, 060042 ROMANIA
c) Laboratory for Advanced Nuclear Energy, Institute Innovative Research, Tokyo Institute of Technology
2-12-1 Ookayama, Meguro-ku,
Tokyo, 152-8550, JAPAN


Abstract

Pb-Bi cair merupakan salah satu kandidat bahan pendingin untuk reaktor nuklir Generasi IV. Masalah utama penggunaan Pb-Bi cair adalah korosi yang disebabkan oleh keberadaan oksigen pada bahan pendingin. Kontrol oksigen yang tepat perlu dilakukan untuk menekan tingkat korosi dan oksigen sensor terbuat dari zirkonia sebagai elektrolit padat telah digunakan untuk memantau konsentrasi oksigen. Prinsip kerja oksigen sensor ini berdasarkan prinsip elektrokimia dimana perbedaan aktivitas oksigen pada elektroda acuan dan elektroda kerja (di Pb-Bi cair) dapat menghasilkan beda potential. Beda potensial diukur menggunakan elektrometer dan dikonversi menjadi konsentrasi oksigen berdasarkan persamaan Nernst. Pada penelitian ini, Besi (Fe)/Magnetit digunakan sebagai bahan untuk elektroda acuan. Pengukuran konsentrasi oksigen pada Pb-Bi cair dilakukan masing-masing pada suhu 450 - 600° C untuk kondisi statis dan 450 - 500° C untuk kondisi dinamis. Kadar konsentrasi oksigen diatur pada kondisi oksigen jenuh Pb-bi. Oksigen sensor berbasis zirconia dengan Besi (Fe)/Magnetit sebagai elektroda acuan telah berhasil mengukur konsentrasi oksigen pada Pb-Bi cair. Hasil yang didapatkan sesuai dengan perhitungan teoretis menggunakan persamaan Nernst.

Keywords: Sensor Oksigen; Pb-Bi Cair; Zirkonia

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Pribadi Mumpuni Adhi)


29 Instrumentasi ABS-100

Rancang Bangun Alat Ukur Panjang Objek di Dalam Air Berbasis Photogate dan Sensor Ultrasonik
Duwi Hariyanto (a), Pesta Indra Sigalingging (b), dan Hendro (c)

Laboratorium Fisika Instrumentasi,
Kelompok Keilmuan Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Jl. Ganesha no. 10 Bandung, Indonesia, 40132

(a)duwi_hariyanto[at]students.itb.ac.id
(b)pesta[at]students.itb.ac.id
(c)hendro[at]fi.itb.ac.id


Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat ukur panjang objek di dalam air secara tak sentuh berbasis photogate dan sensor ultrasonik. Rancangan alat ukur panjang objek di dalam air menggunakan photogate yang disusun dari laser sebagai sumber cahaya dan sensor photodiode sebagai pendeteksi sumber cahaya, sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai pendeteksi jarak, motor DC sebagai penggerak, serta mikrokontroler Arduino sebagai pengolah sinyal keluaran rangkaian sensor dan pegendali motor DC melalui IC driver L293D. Hasil pengukuran objek di dalam air menggunakan alat dibandingkan dengan hasil pengukuran objek di ruang terbuka menggunakan penggaris. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata persentase error pengukuran objek dengan panjang 6 cm sampai dengan 25 cm di dalam air yaitu sebesar 1,11%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa rancangan alat ukur panjang objek di dalam air berbasis photogate dan sensor ultrasonik mampu mengestimasi panjang objek yang memiliki panjang minimum 6 cm sesuai dengan hasil pengukuran menggunakan penggaris di ruang terbuka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan dalam pengukuran panjang hewan akuatik seperti ikan, udang, dan kepiting, sebagai faktor kualitas pertumbuhan di bidang akuakultur maupun kualitas produk di bidang pangan.

Keywords: photogate, sensor ultrasonik, arduino, akuakultur

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Duwi Hariyanto)


30 Instrumentasi ABS-102

Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kesegaran Bakso dengan Sensor Infrared dan Sensor Gas MQ2
Aufa Maulida Fitrianingrum*, Lisa Destarina, Gian Prahasti, dan Hendro

Physics Department, Bandung Institute of Technology
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132, Indonesia
*aufamaulidaf8[at]gmail.com


Abstract

Bakso merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia yang kesegarannya sulit dideteksi dengan cara manual. Untuk membantu permasalahan tersebut maka dibangun sebuah prototype alat pendeteksi kesegaran bakso. Prototype ini menggunakan sensor infrared guna mendeteksi serapan infrared dari bakso serta sensor gas MQ2 untuk mendeteksi gas yang dikeluarkan oleh bakso. Akuisisi data menggunakan bantuan mikrokontroler Arduino Uno berbasis ATMEGA328P-PU dan LabVIEW untuk perekaman data selama 24 jam. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa alat ini dapat digunakan untuk mendeteksi kesegaran bakso dilihat dari adanya tegangan masukan selama rentang waktu tersebut baik pada sensor infrared dan sensor gas. Rata-rata bakso segar berumur 3 jam dan selanjutnya akan ada perubahan fluktuatif selama 4 jam sehingga bakso menjadi tidak segar lagi.

Keywords: Bakso, Sensor Infrared, Sensor MQ2, Arduino Uno

PermaLink | Plain Format | Corresponding Author (Aufa Maulida Fitrianingrum)


Page 1 (data 1 to 30 of 130) | Displayed ini 30 data/page
1 2 3 4 5 NEXT >>

SNIPS 2018 - Conference Management System

Powered By Konfrenzi 1.832K-Build3 © 2021 All Rights Reserved